Navigation


RSS : Articles / Comments


WAHAI HATI...DENGARLAH....

09.32, Posted by BloGnya Anak STAN, One Comment

Siapa yang mengakui indahnya bunga? Dengan warna yang menarik dan bau yang harum, ia sering menjadi idaman. Kadang-kadang ia juga menjadi perhiasan. Mata yang menilai pula mendapat tafsir tentang keindahan dari akalnya. Akal yang baik dan cerdas adalah akal yang dipandu oleh kasih Allah dan Rasulnya. Bukankah ini yang dinamakan iman.

Tidak seorang pun yang dapat menafikan betapa indahnya mega petang. Warnanya yang begitu menawan, memukau setiap mata yang memandang, setiap hati yang terusik dan setiap jiwa yang rindukan kedamaian. Namun, lebih indah lagi sekiranya hati kecilnya berkata: “Mahasuci Allah, tidak engkau jadikan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau ya Allah, lindungilah aku dari api neraka.”

Begitu juga dengan keindahan jeram-jeram di kali, dedaunan gugur dihembus angin. Peristiwa-peristiwa seperti ini sangat meniggalkan kesan kepada hati makhluk yang bergelar insan . Itulah hakikatnya, fitrah jiwa manusia jiwanya cenderung kepada keindahan dan kecantikan. Biar apapun pangkat dan kedudukannya. Seorang kaya mungkin merasakan bahwa keindahan itu ialah rumahnya yang berdiri kokoh dan indah di atas bukit dan potretnya yang dilukis hebat. Seorang fakir mungkin
merasakan bahwa keindahan itu adalah dari riak wajah anak-anak kecilnya yang menunggu kepulangannya.

Namun tidak banyak yang mengetahui tentang wujudnya satu keindahan hakiki. Indahnya ia membuahkan perasaan kasih sayang pada ibu dan ayah. Indahnya ia melahirkan rasa kasih pada sahabat dan indahnya ia memandu akal dan jiwa kepada ketenangan, kedamaian, dan kerinduan kepada kebahagiaan. Itulah tanda kasih dan sayang pada Maha Pencipta dan Maha Pengasih. Itulah tanda kasih dan sayang pada Allah dan Rasulnya.

Hatinya berbisik lagi “Ya Allah, banyaknya nikmat-Mu padaku.tapi sedikitnya aku bersyukur, ya Allah , hatiku tahu nafsu jahat itu musuhku, tapi banyaknya jalan-jalannya yang telah aku turuti. Ya Allah, besarnya pengorbanan ayah, tingginya nilai kasih dan mesra ibu, tapi aduhai sedikitnya do'aku untuk mereka. Ampunkan, ampunkanlah wahai yang Maha Pengasih'

Marilah kita bersama-sama memiliki keindahan iman ini. Milikilah ia dengan banyak merenung dan memikirkan nikmat-nikmat Allah. Milikilah ia dengan ilmu yang mendalam, mudah-mudahan dengannya keindahan yang hakiki akan kita peroleh. Tidak seperti keindahan dunia ini yang hanya bersifat sementara.(udie)

Ujian Seseorang Sesuai Kadar Agamanya

09.29, Posted by BloGnya Anak STAN, One Comment

Saad bin Abi Waqqash berkata, Aku bertanya kepada Rasulullah saw, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya?” Nabi saw. menjawab, 'Para nabi, kemudian yang menyerupai mereka, dan yang menyerupai mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya tipis (lemah), dia diuji sesuai dengan itu (ringan); dan bila imannya kokoh, dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa." (HR Bukhari).

Sesungguhnya ujian bagi seorang hamba itu berdasarkan agamanya. Jika agamanya kuat, ia akan diuji dengan ujian yang berat. Sebailknya, jika agamanya lemah, ia akan diuji dengan ujian yang ringan. Para rasul dan para nabi adalah orang-orang yang utama karena mereka mendapat ujian dari Allah sangat berat. Ujian yang mereka terima tidak akan sanggup dipikul oleh orang biasa (awam). Ketika berdakwah menyebarkan agama Islam, Rasululah saw. dituduh sebagai tukang sihir. Beliau difitnah dengan berbagai macam cara oleh orang-orang musyrik kaum Quraisy. Orang-orang kafir membuat makar kepada Rasulullah, tetapi akhirnya Allah memenangkan agama Islam ini.

Seseorang yang hendak memegang teguh agamanya pasti akan mendapati berbagai tantangan-tantangan, baik tantangan dari luar maupun dari dalam. Tantangan itu bisa datang dari mana saja. Seperti yang terlihat sekarang ini, ujian sekarang ini banyak sekali yang berasal dari kalangan umat Islam sendiri. Ketika seorang ulama menyuarakan kebenaran, ada saja yang menentangnya. Ketika goyang haram Inul diprotes, ada saja yang menentangnya. Bahkan, suara yang menentang kebenaran itu justru lebih kuat daripada yang membelanya. Kita jadi bertanya sebenarnya mereka orang-orang yang memiliki organisasi kuat itu di mana. Mana reaksi dari Muhammadiyah? Mana reaksi dari Al- Irsyad? Mana reaksi dari NU? Mana reaksi dari Persis? Mengapa kalian tidak satu suara. Ini adalah tantangan yang besar yang dihadapi umat ini. Dia, Rhoma Irama yang bukan ulama, malah berani mendukung protes ulama, hingga dia sendiri melakukan tindakan nyata. Akhirnya dia dipojokkan, apa dukungan kita untuk para pembela kebenaran itu? Ketika pornografi menggema, ketika pornoaksi menggelora, mana reaksi organisasi-organisasi Islam yang besar-besar itu. Untuk apa organisasi Islam didirikan kalau tidak untuk menegakkan nilai-nilai syariat Islam!

Pada zaman modern sekarang ini orang yang memperjuangkan kebenaran akan tersisih. Pada umumnya mereka yang kokoh memegang kebenaran dan berani mengatakan dengan keras dan terbuka justru malah yang dimusuhi dan dibenci. Abu Bakar Baasyir, misalnya, adalah salah satu tokoh yang berani menyuarakan kebenaran meskipun di hadapan raja. Beliau kini menghadapi berbagai tantangan yang berat. AS menghendaki orang yang berjuang keras menegakkan syariat Islam seperti beliau lenyap dari peredaran. Orang-orang seperti beliau benar-benar menghadapi ujian yang berat. Dengan nyata dan jelas beliau dan mereka yang konsisten dengan menegakkan kebenaran adalah yang menyerupai para nabi. Itulah sebabnya barangkali para tokoh muslim enggan untuk menyuarakan hati nuraninya dengan terang-terangan karena takut tersisih. Apalagi, para pemimpin organisasi Islam terkemuka, mereka memiliki harapan menjadi calon legislatif dan eksekutif. Mereka takut tersisih dari arena politik. Oleh karena itu, mereka menganggap lebih baik ngumpet daripada keluar.

Kita tidak sepatutnya bersikap demikian. Kita dituntut untuk mengamalkan agama ini sebaik-baiknya, yang benar kita suarakan benar, yang salah kita suarakan salah. Yang menyuarakan kebenaran kita dukung, yang menentangnya kita tentang. Jangan sampai kita lengah menghadapi hidup ini sehingga menjadi pengecut. Kita harus tegar memegang kebenaran. Dengan tegar dan istiqomah itu kita akan mendapat pertolongan dari Allah SWT. Jika setiap kita mengambil sikap demikian, orang-orang pembela kemungkaran akan takut menghadapi kaum muslimin. Jika masing-masing kita memiliki kekuatan agama, orang- orang kafir akan takut menghadapi kita. Saat ini umat islam lemah sehingga orang yang membenci islam tidak takut, bahkan menginjak dan menjajah umat islam. Marilah kita tingkatkan kekuatan iman kita untuk menyongsong kehidupan esok yang lebih baik. Allah tidak menuntut kita yang di luar kesanggupan kita, karena Allah hanya akan menguji kita sesuai dengan kekuatan kita.(udie)

Suara Penyiksaan Alam Kubur

09.27, Posted by BloGnya Anak STAN, No Comment

Penemuan suara penyiksaan alam kubur ini ditemukan oleh seorang peneliti dari Soviet bernama Dr. Azzacove (seorang komunis), berikut ini adalah penuturan ceritanya :

"Penemuan terakhir ini adalah penemuan yang sangat mengejutkan pendengaran kami, dengan penemuan ini banyak dari peneliti kami yang berhenti dari pekerjaan ini karena ketakutan. Pada awalnya kami hanya hendak mendengarkan pergerakan bumi dengan interval tertentu dan mendengarkan Super Sensitive Microphone yang masuk ke dalam bilik-bilik atau lubang-lubang bumi dan reruntuhan galian.

Pada awalnya kami menyangka apa yang kami dapat itu adalah gesekan dari alat-alat kami pada dinding-dinding perut bumi, tetapi suara ini menghancurkan seluruh logika kami. Setelah beberapa penyesuaian kami berkesimpulan bahwa suara ini berasal dari interior bumi, jadi seakan-akan di dalam perut bumi ini ada ruang lain yang berbeda dari tempat yang kami gali, dan dari ruangan tersebutlah kami tidak mempercayai apa yang kami dengar.

Kami mendengar dari ruang bumi yang lain itu ada suara manusia berteriak keras dalam kesakitan. Walaupun satu suara didengar, kami dapat mendengar ribuan bahkan jutaan latar belakang suara manusia yang sedang dalam kesakitan akibat penyiksaan. Setelah penemuan yang sangat mencenangkan ini, setengah dari peneliti kami berhenti karena takut.

Yang sangat mengejutkan lagi, bagi orang Soviet itu adalah setelah suara tersebut direkam, pada malam yang sama, keluarlah semacam gas atau kabut yang terang dari lokasi penggalian gas. Gas atau kabut tersebut keluar dengan membentuk pilar-pilar dan tulisan yang membentuk seperti sayap kelelawar (seperti lafadz ALLAH, wallahu a'lam), lalu menampakkan dengan sendirinya dengan bahasa Rusia yang artinya AKU TELAH MENAKLUKKAN atau AKU TELAH MENUNDUKKAN. Tulisan itu terlihat di awan Siberia yang gelap.

Kejadian itu sangat tidak masuk akal orang-orang Soviet, karena sedang akan diteror beberapa saat setelah itu datanglah ambulance ke kumpulan orang-orang tersebut dan memberikan obat yang dapat menghilangkan memori dengan singkat. Sebagai perawatan kepada korban yang melihat keajaiban itu (ini mungkin agar kejadian ini tetap dirahasiakan).

Nah, sebagai komunis, Saya tidak percaya adanya surga dan Injil, tetapi sebagai Ilmuwan sekarang Saya percaya adanya NERAKA. Sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata, apa yang kami temukan, apa yang kami lihat dan apa yang kami dengar. Dan sekarang kami yakin bahwa kami menggali dekat, dekat sekali dengan PINTU NERAKA.". Lalu Dr. Azzacove melanjutkan, "mesin penggali tiba-tiba berputar dengan sangat cepat ketika Kami mencapai salah satu kulit bumi, tempereturnya menunjukkan hingga 2000 derajat Fahrenhait, lalu kami mendekatkan microphone itu disana untuk mendengarkan pergerakan bumi, tetapi, yang terdengar adalah suara manusia, bahkan teriakan manusia dalam kesakitan. Pertama kami mengira suara itu adalah suara mesin. Tetapi setelah melakukan kajian ulang atas suara itu, suara yang terdengar adalah suara manusia bukan hanya satu orang, mungkin jutaan manusia yang sedang dalam siksaan dan kesakitan.

Apakah Anda tahu kenapa Jacques Costeau, seorang penjelajah dalam air berhenti beberapa saat sebelum dia mati. Dia berhenti karena dia juga pernah mendengar suara jeritan manusia di dalam air ketika ia sedang menjelajah di dalam air. Dan dalam kesempatan lain juga salah satu anak buahnya menemukan hal yang sama ketika ia sedang melakukan penjelajahan di sekitar SEGITIGA BERMUDA. Setelah ia sembuh dari shock yang sangat berat, kemudian ia menceritakan bahwa ia mendengar jeritan manusia yang banyak yang sedang disiksa di dalam perut bumi.

Anda boleh percaya atau tidak, tetapi terlepas dari benar atau tidaknya suara tersebut, kita semua harus meyakini bahwa Alam Kubur dan Siksa Kubur itu ada, yang jadi pertanyaan sekarang adalah sudah siapkah kita untuk menghadapi alam Kubur ?(udie)

Puisi Cinta Tuk Wanita Suci

14.44, Posted by BloGnya Anak STAN, One Comment

(sebuah syair tuk wanita suci di seluruh dunia)

Wanita suci,
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli?
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku.

Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna dan tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkan persamaan.

Wanita suci,
Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh, karena kan membuatku mengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Wanita suci,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung.

Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kau pertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.

Wanita suci,
Jangan pernah kau tatapku penuh
Bahkan tak perlu kau lirikkan matamu untuk melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor.

Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas.
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi.
Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.

Wanita suci,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu.
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi.
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah.
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.

Wanita suci
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas.
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di dunia fana ini.
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kau bangun dengan segala kekhusyukan tangis do'amu.

Wanita suci
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kau pilih,
seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu yang meminta keislaman sebagai mahar pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta
dalam setiap denyut nadi kita.(udie)

Resep Ampuh Jadi Pribadi Tangguh

14.29, Posted by BloGnya Anak STAN, No Comment

Para pakar kejiwaan memandang pikiran sebagai faktor terpenting bagi kehidupan manusia. Hampir semua sistem kehidupan kita, gerak tubuh, suasana hati, bahkan hidup kita, dikontrol oleh pikiran. Ketika kita melihat pacar atau pasangan kita berjalan di depan kita, pikiran kita mungkin akan memerintahkan mulut kita untuk menegurnya, menyuruh kaki kita mempercepat langkah, atau meminta kita untuk tidak melakukan apa-apa.

Demikian pula halnya dengan perasaan kita, dengan informasi yang terkumpul di otak, pikiran memberikan perintah-perintah khusus kepada "hati" untuk menentukan suasana yang diinginkan. Umpamanya, suatu hari kita ditinggal kekasih, pikiran kita akan memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan kehidupan cinta kita dengannya, yang terekam oleh otak. Katakanlah pikiran kita memilih informasi yang berhubungan dengan hal-hal indah, yang pernah kita alami bersamanya. Pikiran kita akan mengolahnya dan menghasilkan instruksi, umpamanya, kita menyesal dan sedih karena semua keindahan itu harus berakhir.

Instruksi akan diteruskan ke "hati" melalui perangkat psikologis kita, dan perasaan kita pun menjadi sedih. Sebaliknya, apabila pikiran kita memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan hal-hal menyebalkan dari si dia, umpamanya hidung peseknya, kebiasaan buruknya, atau kesukaannya berutang, pikiran kita akan mengolahnya menjadi instruksi bahwa kita senang dan bahagia karena mimpi buruk itu telah berakhir. Hati kita pun senang karenanya.

Faktual dan sensitif

Bila pengaruh pikiran sangat kuat terhadap perasaan kita, berarti kita orang faktual, orang yang selalu bertindak atau bersikap berdasarkan fakta. Tetapi bila pengaruh pikiran sangat lemah terhadap perasaan kita, maka kita termasuk orang sensitif.

Orang faktual biasanya lebih mampu mengendalikan perasaan. Soalnya, pikirannya mampu mengolah fakta-fakta yang terekam di otak secara lebih mendetil sebelum dimasukkan ke "hati". Sebaliknya, orang sensitif akan cenderung emosional, karena biasanya pada saat merespons realitas yang tengah dihadapi, pikirannya tidak mengolah kembali fakta-fakta yang terekam di otak, akan tetapi langsung memasukkannya ke dalam "hati" apa adanya. Ia mengolah informasi dengan perasaannya.

Untuk memperjelas, ambilah contoh seseorang tanpa sengaja melihat kekasihnya tengah duduk berdua dengan orang lain yang berlainan jenis kelamin dan tidak ia kenal. Bila dia orang sensitif, otaknya merekam semua kejadian yang dilihatnya. Pikirannya tidak mengolah melainkan langsung meneruskannya ke dalam "hati" untuk diolah. Karena "hati"-nya yang mengolah, ia mungkin segera mendatangi mereka dan tanpa babibu langsung melayangkan bogem mentah.

Sebaliknya, bila ia seorang faktual, kejadian-kejadian tadi direkam di otaknya, diolah terlebih dahulu oleh pikiran sebelum diteruskan ke "hati". Pikirannya akan membuat pertimbangan-pertimbangan yang diperlukan. Bila kekurangan data, maka ia akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan lain. Misalnya, kemungkinan orang lain itu adalah saudara atau sahabat kekasihnya. Atau mungkin pula teman selingkuh kekasihnya. Kemungkinan-kemungkinan itu kemudian diteruskan ke "hati" sebagai perasaan ingin tahu. Karena pertimbangan pikiran inilah ia mungkin akan mendekatinya untuk mencari tahu hal sebenarnya, ketimbang langsung menghakimi.

Proses itulah yang menyebabkan orang faktual cenderung tenang, penuh perhitungan, dan mampu mengendalikan diri. Sebaliknya, orang sensitif cenderung cepat gelisah, tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, tidak sabar, dan sukar mengendalikan diri.

Persepsikan kenyataan secara positif

Dengan pengoptimalan pikiran, kita dapat mengendalikan perasaan dan juga kehidupan ke arah yang kita inginkan. Dengan pikiran kita dapat mengubah perasaan sedih menjadi perasaan senang, takut menjadi berani, minder menjadi percaya diri, pesimis menjadi optimis, atau bosan menjadi penuh gairah. Maka tidak salah bila seorang filsuf, Marcus Aurelius, memiliki pandangan bahwa "Hidup kita ditentukan oleh pikiran".

Kalau berpikir tentang hal-hal menyenangkan, maka kita akan menjadi senang. Jika memikirkan hal-hal menyedihkan, kita akan sedih. Begitu pula bila berpikir soal hal-hal menakutkan kita akan menjadi takut.

Rasanya memang sulit dipercaya. Namun, itulah adanya. Stanley R. Welty, Presiden Wooster Brush Company, berpendapat, "Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, karena tergantung bagaimana kita menjalankan pikiran kita. Dapat tidaknya kita menikmati hari itu sangat tergantung pada cara kita berpikir."

Kalau merasa kantung kita menipis, lalu mengeluh seakan-akan kita orang paling sial, bisa jadi hari itu menjadi hari paling membosankan. Tapi bila kita bangun pagi, memandang keluar jendela dan melihat bagaimana burung-burung bersiul menyambut pagi sambil merasakan kesejukan embun, tanpa mempedulikan kantung yang semakin kempis, mungkin kita akan mendapati hari itu sebagai hari baik. Bagaimana pun cuaca hari itu, bagaimana pun beratnya masalah yang dipikul hari itu, pikiranlah yang menentukan kehidupan kita. Yang kita pikirkan ketika itu, itulah hidup kita.

Yang bisa dilakukan adalah mengendalikan pikiran. Jangan biarkan pikiran kita membuat perasaan menjadi tidak enak. Senantiasa persepsikan kenyataan secara positif.

"Bila perlu berusahalah tersenyum dalam menghadapi situasi sesulit apa pun. Ada saat-saat di mana kita harus pasrah dan tertawa. Humor dalam hidup ini sangat penting. Jangan lupa bahwa hal-hal sederhana ini dapat membantu Anda mempertahankan perspektif," kata Dale Carnegie, pendiri Dale Carnegie & Associates.

Bila dalam kesedihan kita mencoba tersenyum, sebenarnya kita tengah mencoba melepaskan diri dari perasaan sedih itu. Saat itu kita tengah menetralkan perasaan negatif di dalam diri. Hal ini sangat baik dan bisa membantu agar kita tidak terlalu larut dalam duka.

Demikian pula ketika tengah dihadapkan pada masalah-masalah berat, senyum kita sedikit banyak akan membantu melepaskan ketegangan. Selanjutnya, biarkan diri relaks, pandang kenyataan di hadapan kita secara positif, karena dengan begitu kita bisa mengambil hikmah dari apa yang tengah dihadapi. Lalu pikirkan hal-hal yang dapat mengembalikan kegembiraan kita.

"Kalau ada masalah, relakslah. Santai saja. Pikirkan saja apa yang akan Anda lakukan selanjutnya, dan apa tindakan Anda untuk itu," kata Welty.

Memang, ada banyak hal yang menyakitkan, yang membuat kita cemas atau kesal. Namun jangan larutkan diri di dalamnya. Jangan biarkan masalah apa pun membuat kita patah semangat. Berpikirlah pada hal-hal positif yang bisa dilakukan. Biarkan semua masalah berlalu tanpa meninggalkan luka fatal.

Dengan begitu kita akan menjadi orang tangguh yang tak mudah jatuh. Pikiran kita menjadi terbiasa untuk selalu positif, dan kita akan lebih mudah mencapai cita-cita. Bukan cuma itu, pikiran positif serta kepercayaan diri kita akan menarik orang lain bergabung dengan kita. Mereka tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri menghadapi semua masalah. Malah dengan senang hati akan menemani dan membantu kita melewati semua kesulitan. Dan yang lebih penting, hidup kita akan menjadi lebih menyenangkan.(udie)

Refleksi 80 Tahun Sumpah Pemuda

10.09, Posted by BloGnya Anak STAN, No Comment

Hidup Mahasiswa!!!

Delapan puluh tahun silam pemuda dan pemudi negeri ini bersumpah bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia. Meski terdiri dari beberapa organisasi kepemudaan yang masih berbau kedaerahan seperti Jong Jawa, Jong Sumatra, Jong Kalimantan dan organisasi kepemudaan lain, mereka mampu bersatu padu untuk berjuang bersama mencapai kemerdekaan. Tanggal 28 Oktober 1928 telah dicatat dengan tinta emas dalam sejarah bangsa sebagai tonggak bersatunya pemuda dari seluruh pelosok negeri untuk bertekad meraih kemerdekaan yang mungkin saja sejak mereka dilahirkan di dunia belum pernah mereka rasakan.

Mereka sadar perjuangan fisik dan bersifat kedaerahan tidak relevan lagi untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah Belanda. Tanggal 20 Mei 1908 sebagai tonggak kebangkitan bangsa ditandai dengan adanya perubahan yang fundamental atas perlawanan bangsa terhadap penjajah Belanda. Perlawanan yang semula dilakukan secara fisik dan bersifat kedaerahan bermetaforsis menjadi perjuangan diplomatik dan bersifat nasional. Para pemuda sadar melawan Belanda dengan perlawanan senjata adalah perbuatan yang sia-sia dan tidak menghasilkan sesuatu yang signifikan. Hanya kerugian saja yang mereka peroleh. Kekuatan persenjataan Belanda dengan kekuatan persenjataan bangsa ini saat itu sangatlah tidak seimbang. Nekat melawan Belanda sama halnya bersiap untuk mati konyol.

Dengan gelora nasionalisme yang menyala di dalam dada setiap pemuda negeri ini pada saat itu dan keinginan untuk mengubah kondisi bangsa menjadi lebih baik, yaitu terbebasnya negeri ini dari belenggu penjajahan Belanda, mereka bertekad untuk terus melakukan perlawanan tanpa henti terhadap penjajahan Belanda. Mereka siap mengorbankan harta dan nyawa. Prinsip mereka hanya satu: hidup mulia atau mati sebagai syuhada.

Tekad itu pun berbuah manis, kemerdekaan Indonesia yang dirindukan sejak lama telah kembali ke pangkuan bangsa Indonesia. Kemerdekaan yang diperoleh dengan perjuangan keras para pahlawan. Kemerdekaan yang diperoleh dengan darah, keringat dan nyawa bangsa Indonesia. Sudah selayaknya kita menghargai dan menghormati jasa pahlawan serta mengisi kemerdakaan dengan karya dan bakti yang bermanfaat bagi negeri.

Namun lihatlah apa yang dilakukan pewaris negeri ini. Harapan tinggallah harapan. Karya dan bakti yang bermanfaat bagi negeri hanyalah angan-angan kosong. Lihatlah, berapa banyak pemuda yang mati sia-sia gara-gara racun bertopeng kenikmatan yang bernama narkoba. Berapa banyak pemuda-pemudi negeri ini yang terjerumus dalam kehidupan hedonis, freesex dan acuh atas kondisi yang melanda negeri ini.

Kekerasan yang dilakukan pemuda pun marak di media. Tawuran antar pelajar, tawuran antar mahasiswa, tawuran antar suporter dan tawuran antar kelompok pemuda menjadi hal yang biasa di negeri ini.

Pengganguran di Indonesia pun sebagian besar adalah para pemuda. Tiada lagi lapangan pekerjaan untuk pemuda negeri saat ini. Seharusnya para pemuda sadar bahwa pengganguran disebabkan kerena mereka enggan menciptakan lapangan kerja sendiri. Mereka lebih memilih menjadi PNS. Celakanya pendaftaran PNS itu tak kunjung datang.

Gelora nasionalisme dalam dada setiap pemuda negeri ini pun kini telah berubah menjadi gelora hedonisme. Dimanakah pemuda yang bertekad mengubah bangsa menuju kearah perubahan yang lebih baik ?. Dimanakah pemuda yang berjiwa seperti pemuda tahun 1928 ?. Dimanakah mereka?. Haruskah gelora nasionalisme didalam dada pemuda 1928 hanya menjadi bahan sejarah yang menumpuk dalam perpustakaan sekolah?. Apakah gelora nasionalisme itu tlah tercabut dari dada pemuda millennium negeri ini?. Sudah tidak adakah pemuda yang bertekad mengubah kondisi negeri ini menuju kearah kehidupan yang lebih baik??.

Kita semua berharap pemuda dengan semangat nasionalisme dan semangat perubahan negeri menuju kearah yang lebih baik masih dapat kita temui di bumi Indonesia tercinta.

Tantangan yang dihadapi pemuda saat ini lebih berat daripada tantangan yang dihadapi pemuda tahun 1928. Pemuda tahun 1928 hanya menghadapi penjajahan Belanda. Pemuda Indonesia saat ini menghadapi 2 tantangan besar sekaligus, tantangan internal maupun eksternal.

Tantangan Internal adalah tantangan yang berasal dari dalam diri setiap pemuda itu sendiri. Nasionalisme dalam diri setiap pemuda telah tergantikan dengan hedonisme, kapitalisme, liberalism dan individualisme. Baik pemerintah sebagai pemegang kekuasan maupun pemuda itu sendiri sebagai obyek tidak dapat dipersalahkan. Saat ini adalah era globalisasi, dimana setiap detik informasi yang terjadi dibelahan bumi selatan dapat diakses belahan bumi utara, begitu pula sebaliknya. Kebudayaan barat dapat dengan mudah masuk ke dunia timur. Fungsi pencasila sebagai filter kebudayaan yang masuk tidak dapat dilaksanakan secara optimal. Hal ini dibuktikan dengan masih mudahnya kita menemukan kebudayaan barat yang tidak sesuai dengan pancasila di wilayah NKRI. Celakanya kebudayaan itu membawa misi hedonism, liberalism dan kapitalisme yang tentu saja tidak selaras dengan nilai-nilai luhur yang dianut bangsa ini. Sungguh ironis, jika pemuda bangsa ini lebih bangga dengan budaya barat dan menganggap orang-orang yang masih setia dengan budaya sendiri dicap sebagai orang yang norak, kolot dan tidak gaul. Padahal bangsa barat sendiri sudah mulai meninggalkan budaya mereka dan mulai belajar untuk mempelajari budaya timur yang lebih santun dan beradab. Lihatlah berapa banyak orang-orang barat yang mulai belajar gamelan?. Lihatlah berapa banyak orang barat yang mulai mempelajari cara membuat batik?. Jumlah orang barat yang mempelajari budaya timur khususnya budaya Indonesia tidak dapat dikatakan sedikit.

Mungkin sedikit ada rasa bangga dalam diri karena banyak orang barat yang tertarik dan mempelajari budaya Indonesia. Namun rasa miris lebih banyak daripada rasa bangga. Generasi muda sudah malas untuk mempelajari budaya nusantara. Mungkin suatu saat nanti kita akan menyaksikan pergelaran gamelan namun pemainnya semua adalah orang bule. Mungkin tidak masalah kalo yang memainkan orang bule namun apa jadinya kalo mereka mengklaim bahwa budaya itu adalah budaya mereka?.

Cara yang paling jitu dan tepat untuk mengatasi masalah internal adalah menumbuhkan kembali semangat nasionalisme dalam diri setiap pemuda. Salah satunya adalah dengan keteladan dari pemimpin negeri ini. Keteladan dari pemimpin pengaruhnya sangatlah besar dalam pembentukan karakter pemuda bangsa. Jika pemimpinnya saja sudah mempunyai semangat nasionalisme yang mengelora mustahil jika rakyatnya termasuk pemuda tidak mempunyai semangat nasionalisme yang sama. Mungkin pemimpin bangsa ini dapat meniru pemimpin Iran dalam mengobarkan semangat nasionalisme kepada rakyatnya. Penanaman nasionalisme sejak dini juga termasuk salah satu cara mengatasi tantangan internal. Jika sudah sejak dini mereka ditanamkan semangat nasionalisme, bahaya laten dari budaya barat dapat diminimalisir.

Tantangan eksternal adalah tantangan dari luar yang menyebabkan rusaknya generasi muda. Tantangan itu seperti maraknya peredaran narkoba, pornografi yang merajalela, masuknya film-film barat yang mengajarkan liberalism, hedonism, pornografi, individualism dan budaya kekerasan serta masuknya barang-barang lain ke negeri ini yang dapat merusak generasi muda.

Pemerintah, DPR dan aparat yang berwenang mempunyai otoritas penuh untuk memutus peredaran barang-barang itu. Tindakan tegas dari pemerintah dan pemberantasan tanpa pandang bulu yang diperlukan saat ini. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah, DPR dan aparat terkait. Pemerintah dapat mengajukan usulan UU dan DPR akan mengesahkannya. Sayangnya barang-barang perusak moral dan akhlak generasi muda biasanya termasuk ke dalam barang-barang yang menguntungkan secara financial. Lihatlah berapa banyak pejabat yang terlibat dalam industry seks di negeri ini. Saking banyaknya pejabat yang berkecimpung di industry seks menyebabkan RUU Pornografi tidak segera disahkan. Seperti kita tahu RUU itu sudah ada sejak 5 tahun lalu. Sungguh memilukan kondisi negara ini.

Kepada seluruh pemuda bangunlah dari tidur kalian!!!.

Sinsingkan lengan baju!!!

Lihatlah reformasi 10 tahun lalu!!!peristiwa itu adalah buah karya para pemuda. Sudahkah kalian lupa dengan peristiwa Hotel Yamato, peristiwa Rengasdenglok, peristiwa Lapangan Ikada, peristiwa Tritura?. Peristiwa-peristiwa itu tidak akan pernah terjadi tanpa adanya keberanian dari para pemuda.

Wahai para pemuda!!!

Berikan seluruh tenaga dan pikiran yang kalian miliki tuk mengubah negeri yang sedang terpuruk dalam segala bidang. Negara menantikan karya bakti kalian. Kalian adalah pewaris negeri ini. Generasi tua sudah terlalu lemah untuk membangun dan memperbaiki kondisi bangsa. Tanggung jawab itu sekarang berada di pundak kalian. Negara tidak bisa terlalu lama menunggu. Tidak ada kata terlambat. Mari berjuang bersama, bersatu dan berpadu mengubah kondisi negeri ini menuju ke arah perubahan yang lebih baik. Satukan tekad, bulatkan kemauan tuk mengubah negeri ini dan tetap gaungkan semangat memberantas korupsi yang telah lama menjangkiti bangsa.

Pemuda bersatu, tiada terkalahkan!!!.(udie)

Laskar Pelangi, Wajah Buram Pendidikan Bangsa

10.03, Posted by BloGnya Anak STAN, No Comment

Menarilah dan terus tertawa

Meski dunia tak seindah surga

Bersyukurlah pada yang Kuasa

Cinta kita didunia….selamanya

Laskar pelangiku...tak kan terikat waktu

(Potongan syair OST Laskar Pelangi)

Laskar pelangi, sebuah novel yang ditulis oleh Andrea Hirata yang kemudian difilmkan oleh sutradara terkenal Riri Riza. Laskar Pelangi menceritakan tentang 10 anak miskin Belitong yang mempunyai tekad baja untuk tetap bisa bersekolah meski kemiskinan menyelimuti mereka.

Belitong adalah sebuah daerah penghasil timah terbesar di negeri ini yang kehidupannya diwarnai gap antara si kaya dengan si miskin. Antara buruh tambang dengan pegawai PN Timah. Dinding pemisah itu sangat kental, sungguh gambaran yang memilukan. Buruh-buruh tambang enggan menyekolahkan anak mereka, selain biaya yang mahal, mereka beranggapan sekolah tidak ada gunanya toh anak mereka bakal menjadi buruh tambang juga. Sungguh pandangan kolot yang masih dianut penduduk negeri yang telah merdeka 63 tahun silam. Walau begitu Lintang, Ikal, Sahara, Kucai, Harun, Samson, Mahar dan anggota laskar pelangi lain tidak patah arang, mereka tetap bertekad untuk tetap bersekolah. Prinsip mereka satu,, sekolah dapat mengubah hidup mereka menuju kearah perubahan yang lebih baik. Mereka masih tetap semangat meskipun hanya bersekolah di SD Muhammadiyah Gentong yang kondisinya sungguh mengenaskan. Kelas yang hampir roboh, atap bocor disana-sini, tembok kelas yang penuh dengan tambalan. Kondisi bangunan yang lebih cocok untuk kandang kambing bukan untuk tempat belajar mengajar. Kondisi sekolah tak mematahkan semangat mereka tuk tetap bersekolah, bersama Bu Muslimah mereka tetap semangat tuk menimba ilmu pengetahuan.

Mungkin gambaran yang diungkapkan dalam novel mapun film laskar pelangi tidak hanya di alami oleh SD Muhammadiyah Gentong. Banyak sekolah di negeri ini yang mengalami hal serupa. Ketiadaan biaya menyebabkan sekolah tidak dapat menyediakan fasilitas pendidikan yang layak.

Pemerintah mengklaim telah mengucurkan dana bantuan untuk SD dan SMP yang mereka sebut BOS, Bantuan Operasional Sekolah. Dana BOS ditujukan untuk membantu kegiatan operasional sekolah. Diharapkan dengan adanya dana bantuan ini sekolah dapat menyediakan fasilitas yang layak untuk kegiatan belajar mengajar. Sayang harapan tinggallah harapan, BOS tidak mampu mengatasi masalah pendidikan yang telah lama menghantui. Mental korup yang telah mendarah daging menyebabkan dana itu tidak tepat sasaran. Kebocoran disana-sini menyebabkan dana yang di kucurkan dari pusat besarnya tidak sama dengan yang diterima sekolah. Sungguh memalukan!!!.

Biaya pendidikan yang selangit menyebabkan si miskin tidak mampu menyekolahkan anak-anak mereka. Ada anekdot yang berbunyi “Orang Miskin Dilarang Sekolah”. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bangsa ini hanya berjalan di tempat alias tidak maju-maju. Saat bangsa lain telah berlari bangsa kita hanya dapat menontonnya saja. Pendidikan yang hanya didominasi orang-orang yang berduit menyebabkan bangsa kita tidak dapat bersaing dengan bangsa lain. Kemajuan secara menyeluruh dalam tubuh bangsa ini tidak dapat terwujud. Apalagi saat ini adalah era persaingan bebas, dimana setiap bangsa dapat bersaing dengan bangsa. Termasuk mendirikan perusahaan ataupun berusaha di negara lain. Ketidakmampuan bangsa ini bersaing menyebabkan putra-putri bangsa hanya menjadi kuli-kuli bagi orang asing. Kondisi bangsa Indonesia ibarat orang asing di negara sendiri. Mereka tidak mampu menjadi tuan di negri sendiri karena ketidakmampuan dalam bersaing dengan orang asing yang berbondong-bondong masuk ke Indonesia. Seperti kita ketahui bersama UUD 1945 telah mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Pembangunan fisik yang lebih ditonjolkan oleh pemerintah tanpa memperhatikan pembangunan moral, spiritual dan softskill rakyatnya menyebabkan kondisi bangsa semakin terpuruk. Ironis sekali!!!.

Sosok guru yang bernama Bu Muslimah dapat dijadikan teladan bagi guru-guru lain di negeri ini. Sosok yang pantang menyerah, rela berkorban dan ikhlas dalam mengabdikan diri demi pendidikan. Beliau sadar pendidikan dapat memutus rantai kemiskinan yang menjerat murid-muridnya. Seorang guru yang dengan ikhlas mengajar meski gaji 2 bulannya belum dibayarkan. Pertanyaannya sekarang, adakah sosok guru sekaliber Bu Muslimah?. Masalah kesejahteraan guru menjadi salah satu bahan perbincangan utama dalam masalah pendidikan di negeri ini. Banyak guru yang selain mengajar, mereka juga berprofesi sebagai tukang ojek, pemungut sampah, pedagang dan profesi lainnya. Yang menjadi pertanyaan sekarang, masihkan mereka mampu memberikan pelayanan terbaiknya kepada calon penerus bangsa?. Masihkan mereka dapat mengajar dengan tenang sementara gaji yang diterima tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Dengan tingkat kesejahteraan yang minim, masihkah mereka mampu mentransfer ilmu kepada murid-muridnya dengan baik saat harga sembako semakin naik, biaya pendidikan anak mereka selangit, anak mereka sedang sakit dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit serta masalah lain yang senantiasa menghampiri guru di Indonesia, masihkan mereka dapat mengajar dengan tenang?. Sudah seharusnya pemerintah memperhatikan nasib guru di Indonesia, utamanya guru swasta, guru bantu dan guru honorer di negeri ini. Dari data yang ada terlihat rasio yang menunjukkan bahwa jumlah guru swasta, guru bantu dan guru honorer lebih besar daripada guru negri. Ini menggambarkan bahwa sebenarnya guru negri jumlahnya sangat sedikit. Tugas pemerintah adalah mengangkat guru swasta, guru honorer dan guru bantu menjadi guru negri yang berstatus PNS. Jasa kepada anak-anak bangsa yang diberikan guru swasta, guru honorer dan guru bantu sama dengan jasa yang diberikan guru negri. Bahkan mungkin bisa lebih besar. Asal tau saja guru-guru yang bertugas di pedalaman tidak berstatus sebagai guru negri namun lebih banyak yang berstatus sebagai guru bantu maupun guru honorer, celakanya pusat tidak mengetahui akan hal ini.

Indonesia adalah negara yang unik. Apa yang menyebabkan keunikan itu??. Kurikulum di Indonesia tiap tahun ajaran senantiasa berganti. Mulai dari kurikulum CBSA, kurikulum 1998, kurikulum 2000, KBK dan entah kurikulum apa yang di pakai saat ini. Celakanya harga buku pelajaran selangit. Si miskin tidak mampu membelikan buku anaknya. Ada kabar bahwa pemerintah telah membeli hak cipta sejumlah penerbit buku pelajaran sehingga pemerintah mengklaim harga buku pelajaran kini lebih bersahabat. Sebagai warga negara Indonesia tentu saja kita harus menyambut baik langkah pemerintah ini. Tetapi apakah guru-guru di Indonesia menggunakan buku-buku yang telah dibeli hak ciptanya oleh pemerintah??. Jangan-jangan mereka menggunakan buku yang berbeda yang bisa saja harganya lebih mahal. Saat ini yang dibutuhkan adalah konsekuensi dari para guru untuk menggunakan buku-buku yang telah dibeli hak ciptanya oleh pemerintah. Tanpa upaya ini kerja keras pemerintah dalam menyediakan buku murah akan sia-sia.

Dengan adanya novel mapun film Laskar Pelangi sudah seharusnya pemerintah tersadar akan masalah pendidikan di Indonesia. Tidak ada kemajuan yang signifikan di bidang pendidikan sejak 63 tahun silam. Akar permasalahannya adalah tidak dipenuhinya anggaran pendidikan sebesar 20 % dari APBN dan kebocoran disana-sini. Anggaran pendidikan sebesar 20 % dari APBN adalah harga mati. UUD 1945 sebagai dasar konstitusi negara telah mengamanatkannya sehingga tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk tidak melaksanakannya. Masalah tidak berakhir saat pemerintah memenuhi pagu anggaran pendidikan sesuai amanat UUD 1945. Dana sebesar itu akan sia-sia jika mental korup masih menempel dalam diri setiap warga negaranya. Mental korup harus dibersihkan dan dihilangkan sejak dari atas hingga bawah. Korupsi telah menyebabkan banyak gedung sekolah roboh. Korupsi telah menyebabkan setiap warga negara tidak dapat menikmati pendidikan yang layak. Korupsi telah mematikan cita-cita anak bangsa. Tiada cara yang paling tepat selain menyatukan tekad untuk bersama-sama memberantas korupsi. Korupsi yang menjadi simpul permasalahan bangsa khususnya di bidang pendidikan. (udie)