Tersenyumlah...
13.29, Posted by BloGnya Anak STAN, No Comment
Kujawab:”Tersenyumlah!Biarkanlah langit murung.”
Dia berkata:”Masa muda tlah berpaling.”
Kujawab:”Tersenyumlah!Penyesalan tidak akan mengembalikan masa muda yang tlah berlalu.”
Dia berkata:”Langit yang dahulu menaungi cintaku kini tlah berubah menjadi neraka bagiku karena membiarkanku terpanggang kerinduan. Ia telah mengkhianati janjinya kepadaku sesudah kuserahkan hatiku kepadanya maka bagaimana aku dapat tersenyum?”
Kujawab:”Tersenyumlah dan bersenandunglah! Seandainya engkau tetap merindukannya niscaya engkau akan menghabiskan usiamu dalam penderitaan.”
Dia berkata:”Perdagangan dalam perjuangan yang sengit bagaikan musafir yang berjuang hampir mati karena kehausan. Atau bagaikan seorang gadis yang mengidap TBC memerlukan transfusi darah setiap kali batuk mengeluarkan darah.”
Kujawab:”Tersenyumlah!Bukan engkau yang mendatangkan penyakitnya dan bukan pula engkau yang menyembuhkannya. Apakah orang lain yang berbuat jahat sebab engkau tak bisa tidur karena ketakutan seakan-akan engkaulah yang berbuat jahat?”
Dia berkata:”Musuh disekitarku makin keras caci makinya. Apakah aku dapat hidup senang bila orang-orang yang ada disekitarku memusuhiku?”
Kujawab: “Tersenyumlah!Jika engkau tidak ingin lebih mulia dan lebih besar daripada mereka, balaslah cacian mereka.”
Dia berkata:”Musim semi telah menampakkan tanda-tandanya dan menampilkan dirinya kepadaku dengan keindahan pakaian dan perhiasannya. Dan aku mempunyai keharusan untuk memberi hadiah kepada orang-orang yang kukasihi tetapi ditanganku tidak ada uang.”
Kujawab:”Tersenyumlah!Sudah cukup bagimu bila masih tetap hidup dan masih ada orang-orang yang mencintaimu.”
Dia berkata:”Malam-malam yang kulalui meregukkan kepahitan kepadaku.”
Kujawab:”Tersenyumlah!Sekalipun engkau mereguk kepahitan . Mudah-mudahan orang lain yang melihat engkau bersenandung akan membuang kesedihannya jauh-jauh dan ikut bersenandung. Apakah engkau mengira dapat memperoleh uang dengan bermuram durja?. Ataukah engkau merugi tidak meraih keberuntungan karena tersenyum cerah?. Wahai orang yang bermuram durja, kedua bibirmu tidak akan sumbing karena tersenyum dan wajahmu tidak akan bopeng karena berseri. Maka tersenyumlah, karena bintang-bintang tertawa ceria sekalipun kegelapan malam bertumpang tindih. Karena itulah aku mengagumi bintang-bintang.”
Dia berkata:”Keceriaan wajah tidak akan membahagiakan manusia yang datang ke dunia ini dan pergi meninggalkannya dengan terpaksa.”
Kujawab:”Tersenyumlah!Selama antara engkau dan kematian masih ada jarak sejengkal karena sesungguhnya engkau tidak pernah tersenyum sebelumnya.”
Cinta dan Kematian
12.53, Posted by BloGnya Anak STAN, No Comment
Sesungguhnya kau sendiri dapat menyelami rahasia kematian. Tapi betapa kau akan berhasil menemukan dia selama kau tiada mencarinya di pusat jantung kehidupan?
Burung malam yang bermata kelam, dia yang buta terhadap siangnya hari, tiada mungkin membuka tabir rahasia cahaya.
Apabila kau dengan sesungguh hati ingin menangkap hakikat kematian, bukalah hatimu selebar-lebarnya bagi ujud kehidupan.
Sebab kehidupan dan kematian adalah satu, sebagaimana sungai dan lautan adalah satu.
Dan bagai benih tetumbuhan yang tidur di musim dingin di bawah selimut timbunan salju, hati manusia terlena dalam buaian mimpi musim semi.
Percayailah mimpi itu sebab di dalam kabut terkandung pintu gerbang keabadian.
Getarmu menghadapi kematian ibarat gemetarnya anak gembala ketika berdiri di hadapan raja yang meletakkan tangan diatas kepalanya pertanda restu dan sejahtera.
Tidakkah ia diperkenankan menerima restu sang raja?Namun demikian, bukankah penghargaan ini semakin membuat gemetar jiwa?
Apakah sesungguhnya kematian selain telanjang di tengah angin serta luluh dalam sinar surya?. Dan apakah arti nafas berhenti selain membebaskannya dari antara pasang dan surut ombak yang gelisah sehingga bangkit mengembang lepas tanpa rintangan menuju Ilahi.
Mereguk air dari sungai keheningan, hanya dengan jalan demikian, jiwamu akan menyanyi dalam kebahagiaan.
Dan pada saat engkau meraih puncak pegunungan, di situlah bermula saat pendakian. Dan ketika bumi menuntut kembali jasad tubuhmu, tiba pula saatnya bahwa tarian yang sesungguhnya mulai kautarikan.
Mengapa???
20.10, Posted by BloGnya Anak STAN, One Comment
Tiba-tiba teringat masa lalu saat ada seorang wanita disisiku yang dengan setia membangunkanku saat waktu sholat subuh tiba. Saat akan shaum sunnah. Padahal aku belum pernah sekalipun membangunkan dia, namun dia tetap saja setia membangunkanku. Aku sering membuatkannya puisi sampai-sampai aku dibilang romantis olehnya. So sweet..Makasih ya dik..^^. Dik??. Ah..sebenarnya aneh kalo aku memanggil dia dengan sebutan “dik” coz dia menghirup udara dunia lebih dahulu ketimbang aku. Begitu pula saat dia memanggilku “mas”,, aneh banget kedengarannya. Aku lebih muda 6 bulan darinya. Namun buat kami gak menjadi masalah toh kami enjoy dengan panggilan itu.
Saat kami masih bersama, kami senantisa mengingatkan satu sama lain. Saat aku lemah dia menguatkanku. Saat dia lemah, aku menguatkannya. Aku mengira dialah bidadari yang kelak
Aneh memang kenapa aku tiba-tiba teringat padanya dan kenangan indah dengannya, padahal aku tlah berusaha tuk melupakan dan menghapus dari hidupku. Keanehan lain yang membuatku tak habis pikir, di masa lalu, gak hanya dia yang aku singgahi hatinya. Namun kenapa hanya kenangan bersamanya yang tiba-tiba muncul dalam memoriku. Why??mengapa???. Adakah sesuatu yang berbeda dengannya??.
Aku akui dulu aku adalah mantan pemain cinta, hobinya gonta-ganti cewek. Putus dari satu cewek cari cewek lain lagi. Gelar playboy dan buaya pernah disematkan padaku huhu…kejam!!!...Namun itu adalah masa lalu dan kini aku tlah berubah. Berubah menjadi lebih baik tentunya. Masa lalu adalah sebuah catatan hitam yang
Aku tak berharap banyak dengannya dan semoga dia juga tak berharap banyak padaku. Jika memang kami berjodoh suatu saat nanti pasti kami akan bersatu kembali namun dengan kondisi yang berbeda. Kondisi yang lebih baik dan lebih dewasa. Kondisi dimana kami telah sah menjadi suami istri dalam ikatan suci pernikahan bukan ikatan cinta monyet ataupun cinta semu yang sesaat.
Namun jika dia bukan jodohku, aku berdoa dan berharap semoga aku mendapatkan wanita yang lebih baik darinya dan dia mendapatkan pria yang lebih baik dari aku.
Sesuatu yang baik di mata manusia belum tentu baik di mata Alloh. Sesuatu yang buruk di mata manusia belum tentu buruk di mata Alloh.
Aku akan hidup dalam dirimu laksana bunga-bunga yang hidup oleh panas matahari,
Aku akan menyanyikan namamu seperti lembah menyanyikan gema lonceng di desa,
Aku akan mendengar bahasa jiwamu seperti pantai mendengarkan kisa-kisah gelombang,
Aku akan mengingatimu seperti perantau asing yang mengenang tanah air tercintanya,
Sebagaimana orang lapar mengingati pesta jamuan makan,
Seperti raja yang turun tahta mengingati masa-masa kegemilangannya,
Dan seperti tahanan yang mengingati masa-masa kesenangan dan kebebasan.
Aku akan mengingatimu sebagaimana seorang petani yang mengingati bekas-bekas gandum dilantai tempat simpanannya,
Seperti gembala mengingati
Menyelami arti cinta
13.11, Posted by BloGnya Anak STAN, No Comment
Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta sering membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.
Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang "sempurna" bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.
Jangan pernah bilang "I love you" kalau kamu tidak peduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.
Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya...
Cinta bukan "Ini salah kamu", tapi "Maafkan aku". Bukan "Kamu dimana sih?", tapi "Aku disini". Bukan "Gimana sih kamu?", tapi "Aku ngerti kok". Bukan "Coba kamu gak kayak gini", tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya".
Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kamu bersama dia ataupun berapa sering kamu ketemu ma dia, tapi apakah selama kalian bersama, kalian saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.
Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.
Caranya jatuh cinta yang baik dan benar(kayak EYD aja); kita boleh jatuh cinta tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.
Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang bahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak bahagia bersama kamu.
Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang tapi lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihMu, namun cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.
Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Itu tindakan tolol kawan. Kalau dia tidak "worth it" sekarang, dia tidak akan pernah "worth it" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Masih banyak cewek lain yang lebih baik dan lebih cantik dari dia so biarkan dia pergi...
Pelajaran hidup dari kupu-kupu
15.59, Posted by BloGnya Anak STAN, No Comment
Seorang anak kecil menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Dia duduk dan mengamati selama beberapa jam kupu-kupu dalam kepompong itu ketika dia berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian sang kupu-kupu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.
Akhirnya anak kecil tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh yang gembung dan kecil, serta sayap-sayap yang mengerut. Anak kecil tersebut terus mengamatinya, karena dia berharap bahwa pada suatu saat, sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya. Sayang, semuanya tak pernah terjadi.
Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan anak kecil tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil tersebut adalah cara Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya. Sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.
Kadang perjuangan kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin malah melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.
Aku memohon kekuatan, dan Tuhan memberiku kesulitan-kesulitan untuk membuatku kuat.
Aku memohon kebijakan, dan Tuhan memberiku persoalan untuk diselesaikan.
Aku memohon kemakmuran, dan Tuhan memberiku otak dan tenaga untuk bekerja.
Aku memohon keteguhan hati, dan Tuhan memberiku bahaya untuk diatasi.
Aku memohon cinta, dan Tuhan memberiku orang-orang bermasalah untuk ditolong.
Aku memohon kemurahan/kebaikan hati, dan Tuhan memberiku kesempatan-kesempatan.
Aku tidak memperoleh yang aku inginkan, aku mendapatkan segala yang aku butuhkan.
A Lover’s Call
14.23, Posted by BloGnya Anak STAN, One Comment
Where are you, my beloved? Are you in that little
paradise, watering the flowers who look upon you
as infants look upon the breast of their mothers?
Or are you in your chamber where the shrine of
virtue has been placed in your honor, and upon
which you offer my heart and soul as sacrifice?
Or amongst the books, seeking human knowledge,
While you are repelete with heavenly wisdom?
Oh companion of my soul, where are you? Are you
praying in the temple? Or calling Nature in the
field, haven of your dreams?
Are you in the huts of the poor, consoling the
broken-hearted with the sweetness of your soul, and
filling their hands with your bounty?
You are God’s spirit everywhere;
You are stonger than the ages.
Where are you now, my other self? Are you awake in
the silence of the night? Let the clean breeze convey
to you my heart’s every beat and affection.
Are you fondling my face in your memory? That image
is no longer my own, for sorrow has dropped his
shadow on my happy countenance of the past.
Sobs have withered my eyes which reflected your beauty
and dried my lips which you sweetened with kisses.
Where are you my beloved? Do you hear my weeping
from beyond the ocean? Do you understand my need?
Do you know the greatness of my patience?
Is there any spirit in the air capable of conveying
to you the breath of this dying youth?Is there any
secret communication between angels that will carry to
you my complaint?
Where are you my beautiful star? The obscurity of life
has cast me upon its bosom;sorrow has conquered me.
sail your smile into the air;it will reach and enliven me!
breathe your fragrance into the air; it will sustain me!
Where are you, my beloved?
Oh, how great is love!
And how little am I!
